Tutup Aurat Hatimu

By Ust. Oemar Mita. Lc -



Menyampaikan keluh kesah di hadapan manusia, serta membuka suasana hati di hadapan khalayak orang lain bagaikan menjadikan hati kita dan suasananya ibarat aquarium yang selalu tertembus pandangan mata yang melihat. Hal itu bagaikan menyandarkan permasalahan hidup kepada makhluq yang terbatas kasih sayangnya dan meninggalkan Dzat yang tiada terbatas kasih sayangnya, yaitu Allah Subhanahu Wata’ala.

Bukankah para Nabi dan Rasul pilihan Allah mengajarkan bagaimana mengelola perasaan hati? Sebagaimana yang tercermin dari ayat:

 

 

“Dia (Ya’kub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Yusuf: 86)

Seorang salaf menyampaikan: “Cukuplah orang disebut bodoh apabila dia banyak bercerita masalahnya kepada manusia daripada kepada Allah.”

Perasaan hati bagaikan auratmu, maka tutupilah aurat hatimu sebagaimana engkau menutupi aurat jasadmu di hadapan orang lain. Karena barang siapa yang terbiasa berkeluh kesah kepada makhluk maka ia akan tumpul berkeluh kesah kepada Rabb-nya.

Allah mendekatkan pertolongan kepada seorang seorang hamba yang menempatkan-Nya sebagai satu-satunya tempat untuk mengadu dan berharap. Allah berfirman:

 

 

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabul-kan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.”(QS. Al-Baqarah: 186)